Gen Z Bilang Jangan KPR Karena Rugi, Mending Ngontrak? Ini Fakta Sebenarnya dari Pengalaman Nyata
“KPR itu rugi.”
“Mending ngontrak daripada cicilan seumur hidup.”
Pandangan seperti ini sangat sering muncul, terutama di kalangan Gen Z. Banyak yang menganggap KPR rumah hanya menguntungkan bank, sementara pembeli rumah harus menanggung cicilan panjang dengan bunga yang terus naik.
Tapi pertanyaannya, apakah KPR benar-benar selalu rugi? Atau justru KPR adalah alat keuangan yang sering disalahpahami?
Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi nyata, bukan teori dan bukan asumsi. Tujuannya adalah membuka sudut pandang yang lebih rasional tentang KPR vs ngontrak dalam jangka panjang.
Kenapa Banyak Gen Z Takut Mengambil KPR?
- Takut bunga KPR floating naik
- Takut cicilan semakin besar
- Tidak ingin terikat utang jangka panjang
- Merasa penghasilan belum stabil
- Terpengaruh narasi bahwa KPR adalah beban seumur hidup
Masalahnya, sebagian besar hanya melihat besar cicilan, bukan strategi pengelolaan KPR.
Pengalaman Nyata Membeli Rumah KPR Tahun 2012
- Harga rumah: Rp386 juta
- Tenor KPR: 15 tahun
- Cicilan awal: ± Rp3,6 juta
- Bunga: Fix 3 tahun
Setelah masa bunga fix berakhir, cicilan masuk ke fase bunga floating dan naik menjadi sekitar Rp5,5 juta.
Di titik ini, banyak orang langsung menyimpulkan bahwa KPR itu rugi. Padahal justru di sinilah strategi KPR mulai bekerja.
Strategi Pertama: Take Over KPR
- Cicilan: ± Rp5,5 juta
- Bunga fix: 2 tahun
- Sisa tenor: 12 tahun
- Dana top up: Rp200 juta
Dana top up digunakan untuk membeli mobil secara cash, tanpa menambah cicilan kredit baru.
Strategi Kedua: Pindah Bank & Renovasi Rumah
- Dana tambahan: Rp250 juta
- Digunakan untuk renovasi rumah
- Cicilan: ± Rp7,5 juta
- Bunga fix: 5 tahun
- Tenor: 10 tahun
Setelah masa fix habis, cicilan menjadi sekitar Rp8,5 juta, namun kondisi rumah dan nilai aset meningkat signifikan.
Kondisi Saat Ini
- Sisa tenor hanya 23 kali cicilan
- Rumah sudah direnovasi
- Mobil sudah lunas
- Nilai pasar rumah jauh lebih tinggi
KPR vs Ngontrak
Ngontrak
- Uang habis tanpa aset
- Sewa naik tiap tahun
- Tidak ada kepemilikan
KPR
- Cicilan membangun aset
- Nilai rumah berpotensi naik
- Bisa take over & top up
- Akhirnya punya rumah sendiri
Kesimpulan
KPR tidak selalu rugi. Ngontrak tidak selalu lebih aman.
Yang membuat rugi bukan KPR-nya, tetapi tidak adanya strategi dan pemahaman. Dengan perhitungan matang, KPR bisa menjadi fondasi aset jangka panjang.
FAQ Seputar KPR vs Ngontrak
Apakah benar KPR selalu rugi?
Tidak. KPR bisa menguntungkan jika dijalani dengan strategi seperti memahami bunga, tenor, dan memanfaatkan take over.
Kenapa Gen Z banyak takut KPR?
Karena fokus pada cicilan bulanan tanpa melihat potensi kenaikan nilai rumah dan manfaat jangka panjang.
Apa itu take over KPR?
Take over KPR adalah memindahkan kredit rumah ke bank lain untuk mendapatkan bunga lebih baik atau tambahan dana.
Apakah sering pindah bank KPR aman?
Aman jika dilakukan dengan perhitungan matang dan kondisi keuangan mendukung.
Lebih baik KPR atau ngontrak?
Untuk jangka panjang, KPR lebih menguntungkan karena membangun aset, bukan sekadar biaya.

