Dalam dunia KPR, salah satu penyebab paling sering pengajuan ditolak adalah over DBR (Debt Burden Ratio).
Banyak orang tidak sadar bahwa walaupun penghasilan besar, jika cicilan terlalu banyak, bank tetap menganggap berisiko.
✔ Ideal di bawah 30%
✔ Maksimal 40%
❌ Di atas itu = rawan ditolak
🚀 Cara Cepat Menurunkan DBR
1. Lunasi Cicilan Kecil
Fokus lunasi cicilan seperti kartu kredit, paylater, atau kredit motor. Ini paling cepat menurunkan DBR.
2. Restrukturisasi Kredit
Perpanjang tenor agar cicilan lebih kecil. DBR langsung turun tanpa harus nambah penghasilan.
3. Gabungkan Penghasilan
Gunakan joint income (suami istri) agar kapasitas kredit meningkat.
4. Pilih Bank yang Tepat
Tidak semua bank sama. Ada bank yang lebih fleksibel terhadap DBR tinggi.
👉 Kunci lolos KPR bukan hanya di angka DBR, tapi strategi memilih bank.
5. Gunakan Konsultan KPR
Dengan strategi yang tepat, peluang disetujui bisa jauh lebih besar.
💡 Solusi Jika Sudah Terlanjur Over DBR
Jika kondisi kamu sudah over DBR, jangan khawatir. Banyak klien sebelumnya juga mengalami hal yang sama.
- ✔ Evaluasi ulang cicilan
- ✔ Pilih bank yang lebih fleksibel
- ✔ Optimasi penghasilan yang diakui bank
- ✔ Strategi pengajuan ulang
Untuk masalah DBR, konsultasikan kepada VPROPERTY. Kami sudah membantu banyak klien yang sebelumnya ditolak bank karena over DBR hingga akhirnya berhasil akad.
Kalau kamu masih bingung menentukan langkah, kamu juga bisa pelajari strategi lain seperti top up KPR atau take over KPR yang sering digunakan untuk mengatur ulang cicilan.
❓ FAQ Seputar DBR
Apa itu DBR?
DBR adalah rasio cicilan terhadap penghasilan yang digunakan bank untuk menilai kemampuan bayar.
Berapa DBR aman?
Idealnya di bawah 30% dan maksimal 40%.
Apakah DBR tinggi pasti ditolak?
Tidak selalu, tapi peluang ditolak lebih besar.
Cara paling cepat turunkan DBR?
Lunasi cicilan kecil atau restrukturisasi kredit.
Apakah bisa dibantu?
Bisa. Banyak klien berhasil lolos KPR setelah dibantu strategi yang tepat.

