Pengajuan KPR Anda ditolak? Salah satu penyebab paling umum adalah DBR terlalu tinggi. Masalahnya, banyak orang tidak sadar bahwa rasio cicilan mereka sudah melewati batas aman bank.
Sebelum lanjut, pastikan Anda sudah memahami apa itu DBR dan kenapa KPR bisa ditolak, karena ini adalah kunci utama dalam strategi lolos KPR.
Kenapa DBR Bisa Jadi Penghalang KPR?
Jika DBR terlalu tinggi, bank langsung menilai Anda berisiko tinggi, meskipun penghasilan Anda besar.
Cara Menurunkan DBR Agar Disetujui Bank
1. Lunasi Cicilan Kecil Terlebih Dahulu
Fokus melunasi cicilan kecil seperti motor atau paylater. Ini akan langsung menurunkan total beban bulanan Anda.
2. Turunkan Limit Kartu Kredit
Banyak yang tidak tahu, limit kartu kredit ikut dihitung dalam analisa bank meskipun tidak digunakan.
3. Gunakan Joint Income
Gabungkan penghasilan suami/istri untuk memperbesar kapasitas kredit dan menurunkan rasio DBR.
4. Pilih Tenor Lebih Panjang
Tenor panjang membuat cicilan lebih ringan sehingga DBR otomatis turun.
5. Kurangi Plafon Pengajuan
Jangan memaksakan rumah di luar kemampuan. Turunkan plafon agar cicilan lebih realistis.
Strategi Tambahan yang Jarang Diketahui
Selain cara umum di atas, banyak nasabah berhasil lolos KPR dengan strategi seperti take over KPR ke bank lain yang memiliki kebijakan DBR lebih fleksibel.
Strategi ini sering digunakan untuk memperbaiki struktur cicilan agar lebih ringan dan lolos analisa bank.
Solusi Jika DBR Masih Tinggi
Jika setelah semua cara dilakukan DBR masih tinggi, jangan khawatir.
- Gunakan strategi restruktur cicilan
- Pilih bank yang tidak terlalu ketat DBR
- Gunakan jasa konsultan KPR berpengalaman
VPROPERTY sudah membantu banyak klien yang sebelumnya ditolak karena over DBR, hingga akhirnya berhasil akad KPR.
Kesimpulan
DBR bukan akhir dari segalanya. Dengan strategi yang tepat, peluang KPR Anda tetap terbuka lebar.
FAQ Seputar DBR
Apa cara tercepat menurunkan DBR?
Apakah DBR bisa dimanipulasi?
Apakah semua bank sama aturan DBR?
Apakah over DBR pasti ditolak?

